Terlena

Jujur aja waktu masih SMP ada notes di Kamarku, “Fight for Faculty of Medicine,”. Dikala cita-cita awalku masih menjadi seorang dokter kandungan yang kini telah kandas karena ketidakkuatanku menghadapi pelajaran Kimia, Fisika,dan sejenisnya. Dan nilai-nilai IPA yang hancur lebur bersama kenangan bersamamu. Oke, anggap part ini tidak ada sama sekali.
Seperti ada beban jika aku harus membaca buku Kimia, Fisika. Entah itu apa. Biologi masih lumayan bisa dikuasai apalagi bab Reproduksi. Aku ingat dimana waktu SMP nilai Reproduksi yang kudapat sempurna. Ckckck give me applause guys, betapa sungguh bangganya aku wkwk. Semenjak saat itu aku sangat percaya diri menjadi seorang dokter kandungan. Bisa dibilang, ketika aku masih menginjak bangku SMP aku tidak setolol SMA hahaha. Apalagi Matematika&IPA, Pak Sugeng menjadi saksinya waktu kelas delapan. Aku bela-belain tuh pinjem buku berdebu di Perpustakaan Herucakra, ketika dimana anak-anak yang lain asik nyari novel di Perpus aku mencari buku paket Matematika karena aku sadar aku anak KUMON dulunya hahaha. Harus bisa nunjukin kalo jago Matematika dikalanya. Iya, dikalanya guys. Sedih guee.
Keputusanku untuk tidak menyukai seseorang dahulu dan fokus untuk mengejar cita-cita kandas di tengah jalan setelah SMA. Bertemu banyak sekali godaan yang menyebalkan. Dari bertemu kakak kelas, teman seangkatan, bahkan adek kelas yang digadang-gadang akan menjadi The Next Super Badboy ala-ala Novel Dear Nathan.  Batal sudah semua, sungguh tidak konsisten mulutku ini pada janjiku sendiri. Ada rasa sedikit menyesal yang menghampiriku. Jika saja aku meyakini dan benar-benar melakukannya mungkin di waktu SMA aku sudah tumbuh menjadi siswi teladan bukan telatan. Tapi, yasudahlah memang penyesalan suka datangnya diakhir bukan diawal.
Aku berusaha untuk membenahi nilai IPA-ku tapi tetap sama saja, hasilnya sama. Sama-sama tidak enak dipandang. Fisika? Jangan ditanya, selama aku sekolah tiga tahun engga pernah dapat nilai diatas KKM. Selalu dibawah, entah Ulhar, UTS, UAS, UKK, bahkan saat remidi pun aku juga tidak optimis dengan nilai diatas KKM.
Aku merasa anak IPA yang gagal. Memang produk gagal. Merasa bodoh, tolol, dan sejenisnya. Terpukul, ahsekk terpukul lebay banget bahasa guee. Disaat temen-temen yang lainnya merasa enjoy belajar IPA aku merasa super underpressure.  Fyi, aku pernah stress karena besoknya Ulangan Harian Fisika. Aku sampai ke UKS bolak-balik. Yang jelas aku merasa tidak enjoy belajar IPA mulai SMA. Entah karena sudah kedoktrin atau bagaimana. Dulu, emang sih waktu SMP nilai Fisika baik-baik aja. Malah, aku semangat banget kalo paginya ada Fisika. Karena gurunya super-enak. Dan semenjak SMA semua berubah, termasuk cita-cita semua berubah.
By the way, buat kalian jangan kedoktrin tentang hal yang sesusah apapun. Sesusah apapun jangan bilang susah. Bilang aja itu gampang, itu mah gampang, enggak itu gak susah. Jangan terlena karena susah. Jangan. Jujur gue terlena dengan kata-kata susah. Jadi, hancurlah sudah. HAHAHAHA. Intinya, gue terlena. Sekian.
P.S: Ini tulisan pertama aku di Blog. Aku punya Blog untuk keberapa kalinya aku lupa. Jangan lupa yaaa comment! Dan maklumin ya kalau tulisannya masih super random huhu!Tq u xoxo

Yogyakarta, 5 Oktober 2017

10.32 pm

Komentar

Postingan Populer