People Come And Go


Dear netijen yang sangat berbahagia!
Akibat melakukan voting di Instagram, saya mempublikasikan karya super random ini. Dibuat atas dasar suka sama suka hahaha gadeng dibuat atas dasar kebegoan yang hqq semasa SMP hingga SMA. Selamat membaca tulisan random yang super ndak penting bagi kehidupan umat di dunia ini. Semoga suka dan merasa terhibur atau bahkan tersadar bahwa setiap insan manusia itu memiliki alasan sendiri-sendiri mengapa ia dilahirkan di dunia ini oleh Sang Illahi;)

Teruntuk orang-orang yang pernah datang dalam kehidupan saya. Entah saat ini masih dalam kehidupan saya atau sudah pergi menjauh dari kehidupan saya. Entah yang memberi saya kebahagiaan tak berujung entah yang memberi saya kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan apapun bentuknya. Yang jelas mereka memberikan cerita dengan porsinya sendiri-sendiri bagi saya. Dengan hormat saya mengucapkan terima kasih sudah datang dan bertahan sampai sekarang ataupun kepada yang telah pergi menjauh hilang ke antah brantah lenyap dimakan mas buto ijo haha. Tidak bisa dipungkiri bahwa orang yang datang ke dalam kehidupan saya selalu memberikan impact. Entah orang itu hanya singgah untuk sementara ataupun lama. Dan tidak bisa dipungkiri lagi saya menulis ini secara tidak langsung harus mengingat kejadian-kejadian luar biasa HAHA.

Saya juga tidak paham kenapa saya secara spontan menulis ini, tapi saya rasa ini sebuah bentuk apresiasi kepada mereka yang telah singgah di kehidupan saya hehehe asyik. Jangan merasa tidak berguna ya datang ke kehidupan seorang Inadyuta walaupun hanya sebentar atau hanya secara cuma-cuma haha sumpah berdampak heh demi apa.  Sudah 18 tahun saya hidup di dunia ini dilahirkan dengan normal oleh seorang Ibu di Rumah Sakit  yang berada di Kota Bantul di hari Selasa Legi, tanggal 24 bulan Agustus tahun 1999 pukul 11 siang. Hehehe, iyaiya saya sudah tua kok.
Dan sudah banyak orang yang saya jumpai selama 18 tahun ini. Tak terhitung banyaknya. Dari mulai yang hanya benar-benar hanya tau covernya saja sampai kenal luar dalam. Mereka telah mempengaruhi kehidupan  saya selama 18 tahun ini. Tidak hanya kehidupan tetapi juga kepribadian serta karakter saya yang saya miliki saat ini.

Dulu saya super pemalu kalo ketemu orang tapi lama kelamaan semua itu mulai pudar karena ternyata saya bisa survive di kemudian hari. Saya dulu juga penakut, tapi lama kelamaan rasa takut itu mulai hilang. Mungkin kalo saya ga ikut lomba-lomba sewaktu TK sampai sekarang saya masih jadi anak yang pemalu. Mungkin kalo saya ga bertemu dengan teman sekelas saya yang super nakal dan jail mungkin saat ini saya masih penakut. Hahahaha. Begitulah saya sewaktu kecil sudah pemalu penakut pula. Kata Bapak, Inadyuta kecil sering merengek untuk pindah sekolah sewaktu SD. Tapi, Bapak tidak mengijinkan karena kata beliau,”Nanti kalo kamu pindah ke SD lain terus ada anak yang nakalin kamu, kamu mau pindah lagi?Terus nanti kamu pindah-pindah terus gitu?Kamu harus berani dan bisa survive,”. Bayangkan ketika saya masih SD aja udah ada problem sama temen cowokku yang nakalnya  naadzubillah haha parah emang.
Lalu saya dipertemukan kembali dengan teman lama. Teman lama yang bela-belain pelipisnya ke jedot tangga sampai robek dan berdarah karena terlalu fokus menyapa saya sewaktu TK. Mungkin, kalau tidak mengalami peristiwa itu saya dan dia tidak akan se-soulmate ini. Bukan hanya kejadian sewaktu TK. Coba saya dengan wanita ini tidak tiga tahun bersama semasa SMP pasti juga tidak akan se-soulmate ini, kok aku ngakak ya. Sok romantis gini.
Dipertemukan juga dengan musuh saya. Musuh saya sewaktu SD. Yang dulu saya benci banget sama anak orang ini. Maapkeun kelakuan saya haha. Mungkin kalau tidak sekelas waktu SMP dengan wanita cempreng alias musuh saya sewaktu SD ini saya juga tidak akan se-soulmate ini dengan Anda, mbaknya. Hahaha.
Sudah bisa ditebak siapa soulmate-soulmate saya itu. Namun, sayangnya kita terpisahkan saat kami SMA. Tapi, itu tidak menjadikan penghalang bagi kami untuk tetap bersama hingga detik ini. Melewati hari-hari bersama dengan mereka saat masih duduk di bangku SMP adalah hal yang paling menyenangkan. Menggila di depan laptop selama berjam-jam hanya untuk melihat 5sos hingga Jack&Finn. HAHAHAHAHA.

Dan yang terakhir ini adalah soulmate terajib karena kami dipertemukan di penghujung akhir kelas 3 SMA disaat semua orang merasa confused dengan pilihannya. HAHAHA. Sudah bisa ditebak siapa dia. Dia adalah satu-satunya soulmate saya yang TAKEN. Soulmate yang rela mengantarkan saya mencari gelas ukur saat saya memecahkan gelas ukur saat Ujian Praktikum KIMIA. Bayangkan. At the same time gue nangis. Bangsat emang setan yang bikin gelas itu pecah. *mengumpat pada diri sendiri*karena gue ga fokus saat itu* //astaghfirullah//

Jika saya tidak dipertemukan dengan ketiga wanita tangguh penuh makna seperti mereka mungkin sampai saat ini saya adalah seorang gadis 18 tahun yang hampa karena kesepian, tidak ada tempat untuk menuangkan kegilaan serta curahan hati yang tak terbendung ini. Gadis yang tidak akan sekuat ini. HAHAHAHAHA alay time was begin!


Saya juga tidak akan bisa memahami apa arti sebuah pertemanan apabila saya tidak mengalami permasalahan dengan teman saya sewaktu saya masih SMA. Bisa dikatakan masalah internal kelas sih. Promblematikanya sangatlah rumit. Mungkin, ini cara Tuhan untuk mendewasakan kami semua. Kalau saya mengingatnya mungkin saya akan muntah dan geleng-geleng kepala saat ini juga. Mungkin kalau tidak ada problem kayak gini aku ga bisa paham sama perasaan teman sendiri. Karena tidak memiliki teman dalam hidup kita lebih menyakitkan daripada kamu tidak memiliki pacar guys. Hahahaha, dats my idea. Yaaa setiap orang beda-beda sih yaa. Tapi, kalo opiniku sih gitu. Cmiiw:p


Ya, setidaknya di kala itu tidak hanya mereka yang berada di kehidupanku. Dipertemukan dengan berbagai jenis cowok. Dari mulai cowok unik, cowok menyebalkan, cowok bangke, sampai cowok aneh pun juga pernah. Banyak yang mereka ajarkan kepada saya. Dari mulai belajar untuk mencintai hahaha sampai belajar untuk melepaskan dan mengikhlaskan serta bersabar. Dan akhir-akhir ini saya baru menyadari suatu hal: menunggu hal yang tidak pasti adalah hal paling membosankan maka dari itu di kala itu Anda pergi menjauh dari saya dan meninggalkan saya sendiri. Iya to mas iyato?*ampuni hamba masih mengungkit*. Saya tau Anda orang yang superbaik dan tidak akan membiarkan saya tersakiti sedikit pun maka dari itu Anda pergi. Lalu saat Anda telah berhasil pergi menjauh dari kehidupan saya. Saya menemukan seseorang yang menurut saya adalah orang yang super tepat disaat itu tapi salah. Dia adalah orang yang salah di saat yang tepat. Namun, jika mereka tidak datang dan pergi dalam hidup saya, saya tidak akan belajar apa artinya mengikhlaskan sesuatu. Lalu, bagaimana jika saya yang pergi dari kehidupan orang lain? Percayalah, saya pergi dengan maksud yang jelas.

So? Ambil hikmah dari segala peristiwa yang kamu alami. Terima kasih kepada kalian yang telah menyempatkan waktunya untuk datang ke kehidupan saya, terima kasih sudah mengajari saya banyak hal secara tersirat. Peristiwa-peristiwa serta orang-orang di atas hanya 2 dari 10 bagian hidup saya. Sebenarnya banyak sekali peristiwa serta orang-orang di kehidupan saya selama ini tapi saya ga mungkin untuk menceritakan secara full story karena saya yakin kalian pasti super bosan. Anyway, terima kasih sudah membaca tulisan abal ini. Hehehehehe

Inadyuta,2018.


Komentar

Postingan Populer